Bendera Pelangi Facebook Dikritisi di Berbagai Belahan Dunia

_83924122_zuckerbergflag

_83924122_zuckerbergflag

Walaupun mendadak populer, tidak semua orang menyukai filter Facebook untuk mendukung pernikahan sesama jenis – reaksi berlawanan dilaporkan setidaknya terjadi di Rusia dan dunia Arab.

Jika anda melihat Facebook pada akhir pekan lalu, anda mungkin mendapati rekan anda menggunakan filter tersebut. Perangkat filter pelangi  itu ditunjukkan oleh perusahaan jejaring sosial tersebut setelah Mahkamah Agung Amerika Serikat menyetujui legalisasi pernikahan antar sesama jenis di negara itu. Tetapi di beberapa tempat di dunia hal itu tidaklah disambut dengan antusias – bahkan cenderung menimbulkan sikap antipati.

Di Rusia beberapa filter justru dibuat dengan warna bendera nasional bukan warna pelangi. Aplikasi itu telah diunduh lebih dari 4.000 kali. “Respon kami terhadap dunia pelangi adalah #Proudtoberussian,’ demikian komentar salah seorang penduduk Moskow,  Elena Starkova.

Rusia sendiri mengeluarkan hukum yang melarang memberikan informasi terkait homoseksual kepada mereka yang berusia kurang dari 18 tahun, dan jajak pendapat terakhir menunjukkan bahwa lebih dari 80 % warga negara Rusia tidak setuju terhadap legalisasi pernikahan sesama jenis.

Di Timur Tengah, banyak pengguna jejaring sosial menentang dengan keras penggunaan bendera pelangi tersebut. “Itu merupakan pesan yang menyakiti hati kami,” demikian ujar seorang pengguna Twitter dari Mesir Sharif Najm, sementara Rami Isa dari Suriah membuat tweet “Anda dan pernikahan itu kurang ajar. Anda telah mendistorsi simbol anak-anak yang lugu, dulu kami menyukai warna pelangi”. Ahmad Abd-Rabbuh, seorang profesor ilmu politik senior di Mesir mengatakan bahwa,”pernikahan gay adalah “tidak selaras dengan masyarakat dan budaya”.

Di Mesir sendiri, terhitung ada sekitar 2.000 tweet yang berkomentar kritis tentang motif pelangi tersebut. Beberapa pengguna bahkan melemparkan sarkasme kepada para pengguna yang merubah gambar mereka menjadi warna tersebut.

Tentu juga harus dicatat, bahkan di Amerika Serikat sendiri,tidak seluruhnya setuju dengan keputusan itu, sekitar 25 persen warga Amerika Serikat sendiri menentangnya, demkian hasil survey yang dilakukan oleh the Pew Research Center.

“Saya 100 % menentang pernikahan sesama jenis,” begitu bunyi tweet dari  Joshua Taipale. “Saya punya teman yang gay, mereka teman yang baik, ini bukan masalah personal, tapi Amerika Serikat seharusnya tidak memutuskan seperti itu, biarkan saja negara bagian per negara bagian saja.”

Beberapa aktivis transeksual juga meneruskan kritik mereka kepada Facebook – yang juga mensponsori pawai para gay di San Fransisco.

Bagaimana pendapat anda sendiri ? Silahkan tuliskan di kolom komentar di bawah ini

[opensource.id]

%d bloggers like this: