Cisco Beli Perusahaan Keamanan Cloud OpenDNS seharga $635 Juta secara Tunai

ws_Cisco-Systems_1600x1200

ws_Cisco-Systems_1600x1200

Cisco mengumumkan membeli perusahaan keamanan cloud OpenDNS seharga 635 juta US$ hari ini, 30 Juni 2015. Sepertinya pula bukanlah suatu yang kebetulan jika sebelumnya Cisco juga adalah salah satu dari investor di OpenDNS dengan nilai sebesar 35 juta US$ pada sekitar bulan Mei tahun 2014 lalu.

Nilai 635 juta US$ itu akan dibayarkan secara cash ditambah retensi berbasis insentif untuk OpenDNS, demikian informasi yang diberikan oleh Cisco.

OpenDNS akan membuat Cisco – sebuah vendor yang menawarkan perlindungan sisi jaringan secara lebih tradisional – juga menjadi sebuah vendor Software as a Service yang menyediakan keamanan yang dapat berpindah ke perangkat apa saja, kapan saja dan dimana saja.

Pembelian tersebut juga dalam rangka mencapai strategi Cisco menambah layer keamanan cloud, demikian keterangan yang disampaikan dalam posting blog oleh Hilton Romanski, yang memimpin divisi pengembangan bisnis di Cisco.

“Akuisisi ini akan memperluas kemampuan kami menyediakan untuk kustomer visibilitas dan perlindungan terhadap ancaman pada titik-titik entri yang potensial dan tidak termonitor di jaringan, dan dapat dengan cepat serta efisien mengintegrasikan kemampuan ini sebagai bagian dari arsitektur pertahanan mereka”, demikian tulis Romanski dalam posting blognya.

OpenDNS telah berhasil membuahkan 51,3 juta US$, demikian menurut data dari Crunchbase, sehingga label harga sebesar 635 juta dolar menjanjikan pengembalian modal yang potensial kepada para investor.

David Ulevitch, pendiri dan CEO bangun pagi ini dan tampak jelas sangat antusias pada kesepakatan ini, tetapi tidak bersedia untuk memberikan komentar.

Tim OpenDNS sendiri akan bergabung dengan Cisco Security Business Group. Kesepakatan sendiri diharapkan selesai pada seperempat pertama tahun fiskal 2016.

OpenDNS sudah memiliki kustomer berbayar sebanyak 10.000 klien, serta lebih dari 50 juta pengguna lewat layanan gratisnya. Menjalankan 24 data center, dan mengklaim lebih dari 2 persen trafik DNS dunia dengan 100 persen uptime. Demikian informasi dari perusahaan tersebut tahun lalu.

Layanan tersebut awalnya diluncrukan sebagai layanan kustomer untuk perlindungan bagi anak-anak saat online, demikian diceritakan oleh Ulevitch kepada TechCrunch tahun lalu.

“Kami memiliki puluhan ribu pengguna dari awal dimulai tahun 2006”, demikian ungkapnya.

Perusahaan itu sendiri meluncurkan produk enterprise pada tahun 2009. Secara sederhana mereka memblok trafik buruk dan memperkenankan trafik yang baik sebagai sebuah layer perlindungan antara pengguna dengan internet, demikian jelas Ulevitch.

Cisco telah mengindikasikan akan melanjutkan versi gratis dari OpenDNS. “Layanan bebas OpenDNS tidak akan terganggu. Cisco memiliki komitmen kepada kustomer OpenDNS dan layanan DNS enterprise. Produk-produk OpenDNS akan ditransisikan ke Cisco saat akhir dari akuisisi”, begitu penjelasan dari juru bicara perusahaan yang disampaikan via email. [opensource.id]

%d bloggers like this: