Google Rubah Pembangkit Listrik Alabama Menjadi Data Center

Widows-Creek-Alabama-power-plant-google

Widows-Creek-Alabama-power-plant-google

Google berencana menggunakan kembali infrastruktur pembangkit listrik Alabama – yang direncanakan akan ditutup – sebagai data center. Demikian diumumkan oleh perusahaan tersebut pada 24 Juni 2015 yang lalu.

Pendekatan ini sangat tidak biasa, tetapi banyak perangkat pembangkit listrik yang dapat digunakan kembali untuk proyek data center, demikian menurut Google. Seperti pada area operasi yang lain, perusahaan tersebut tidak pernah menyerah mencari pendekatan dalam hal desain dan konstruksi data center yang tidak biasa.

Perusahaan tersebut berharap bisa memulai konstruksi data center di bekas pembangkit listrik tenaga batu bara Widows Creek di Jackson County tersebut pada awal tahun depan. Jika terwujud maka itu akan menjadi data center Google yang pertama di Alabama dan ke-14 di seluruh dunia.

Pembangkit listrik itu sendiri dioperasikan semenjak tahun 1960an

“Investasi selama puluhan tahun tidak akan terbuang sia-sia hanya karena tempat itu ditutup, kami dapat menggunakan ulang listrik yang tersedia serta infrastruktur lainnya untuk memastikan data center kami tersedia guna melayani pengguna di seluruh dunia,”demikian ungkap Patrick Cammons, manajer senior yang mengurusi masalah strategi dan energi data center dalam suatu posting blog.

“Di Widows Creek, kita dapat menggunakan kabel-kabel transmisi elektrik yang banyak di pembangkit listrik untuk mengalirkan energi terbarukan ke data center baru kami”

Meskipun Google belum pernah memfungsikan ulang pembangkit listrik sebelumnya, ini bukanlah kali pertama Google merubah gedung industri tua menjadi data center. Data center Google di Hamina, Finlandia, adalah pemanfaatan ulang pabrik kertas tua yang sudah berusia 60 tahun. [opensource.id]

%d bloggers like this: