Pemerintah Amerika Laporkan Pembobolan Data Personal secara Masif

cybersecurity_stock_image-100534238-primary.idge

cybersecurity_stock_image-100534238-primary.idge

Pemerintah Amerika Serikat sedang menyelidiki pembobolan data secara masif yang mengekspos informasi personal sekitar 4 juta pekerja di pemerintahan federal.

China dicurigai berperan dalam serangan ini, demikian disampaikan oleh seorang petugas yang tidak ingin disebut namanya. Dia menyebut pembobolan ini sebagai “salah satu pencurian data pemerintahan terbesar yang pernah ada”, demikian dilaporkan oleh Wall Street Journal.

Serangan itu ditujukan pada Kantor Manajemen Pegawai (Office of Personnel Management [OPM]), sebuah lembaga pemerintahan yang bertanggung jawab dalam hal merekrut dan menjaga pegawai pemerintah. Lembaga yang sama dibobol tahun yang lalu, tetapi tampaknya serangan kali ini adalah serangan yang tidak terkait dengan serangan pertama.

Homeland Security mengkonfirmasi kebenaran serangan ini, mengatakan bahwa data dari OPM dan Departemen Dalam Negeri dibobol pada awal bulan lalu, demikian keterangan dari  Associated Press.

OPM juga bertugas melakukan pengecekan latar belakang para pekerja pemerintahan, sehingga menjadi suatu pertanyaan besar, apakah informasi terkait agen intelijen juga bocor.

Tahun lalu, OPM dan Homeland Security menghentikan proses pemeriksaan latar belakang lewat sebuah kontraktor di Virginia, setelah kontraktor tersebut mengatakan bahwa jaringan mereka telah dibobol dalam suatu serangan yang tampaknya disponsori oleh sebuah negara. Serangan itu sendiri tampaknya tidak berhubungan dengan serangan yang terjadi kali ini.

FBI sedang menyelidiki untuk mengetahui lembaga federal mana saja yang terkena dampak, meskipun sebuah berita melaporkan, semua lembaga federal berpotensi menjadi korban.

China seringkali dicurigai berada dibalik serangan-serangan yang disponsori negara, tetapi masihlah belum jelas berapa banyak bukti yang mengarah ke negara tersebut. Seorang petugas Amerika Serikat yang tidak ingin disebutkan namanya menyampaikan kepada Wall Street Journal bahwa China adalah tersangka dalam kasus ini. Wall Street Journal sendiri memiliki catatan bahwa cukup sulit untuk mengidentifikasi asal dari serangan-serangan seperti ini.

Homeland Security mengatakan bahwa sistem deteksi intrusi, yang dikenal sebagai Einstein, mendeteksi serangan dan dari sanalah kemudian FBI memulai penyelidikan, demikian laporan dari AP. [opensource.id]

%d bloggers like this: