Pengguna Messenger Tidak Perlu Lagi Akun Facebook

TwitterLaunchesAutoAmplify-e1432775039242-1940x1092

TwitterLaunchesAutoAmplify-e1432775039242-1940x1092

Bulan ini, pengguna Messenger Facebook sentuh angka 700 juta. Dalam rangka mendorong pertumbuhan lebih tinggi lagi, raksasa media sosial itu mengumumkan pada Rabu lalu bahwa mereka yang berada di Amerika Serikat, Kanada, Peru dan Venezuela tidak perlu lagi memiliki akun facebook untuk dapat menggunakan Messenger, dengan harapan dapat menarik mereka yang tidak punya atau tidak bisa membuat akun Facebook.

Saat ini, pengguna di negara-negara tersebut dapat mengetahui saat mendaftar ke Messenger bahwa mereka tidak sedang berada di Facebook dan tetap dapat menggunakan akun tersebut dengan nama dan nomor telepon mereka. Pengguna yang mendaftar tanpa Facebook dapat tetap mengupload kontak telepon mereka ke aplikasi tersebut. Dengan demikian fitur tersebut meniru layanan messaging lain seperti Kik, WeChat dan Whatsapp (yang juga dimiliki oleh Facebook) yang hanya membutuhkan nomor telepon untuk dapat bergabung.

Ada sekitar 2 miliar orang yang memiliki smartphone pada tahun 2016 mendatang. Demikian diprediksi oleh eMarketer, dan fitur tersebut diharapkan dapat memberikan pasar tersendiri kepada Messenger.

“Dengan Messenger, kami berfokus dalam hal menciptakan pengalaman berkirim pesan terbaik yang dapat memberikan orang-orang kesenangan dan cara yang mudah untuk terhubung dan mengekspresikan diri mereka ke teman-temannya,”demikian ungkap teknisi Facebook Louis Boval dalam sebuah posting. “Dengan update ini, lebih banyak orang dapat menikmati seluruh fitur yang ada di Messenger – termasuk foto, video, chat grup, panggilan suara dan video, stiker dan lain-lain.Messenger-Sign-Up-iOS

Pergerakan yang dilakukan Messenger untuk terus meningkatkan fungsionalitasnya, membuatnya menjadi lebih mirip dengan web browser dibandingkan jendela percakapan. Pada awal tahun ini, Messenger memperkenalkan fitur pembayaran, panggilan video dan fitur location-sharing. Pada konferensi F8 bulan Maret yang lalu, Facebook mengumumkan bahwa Messenger terbuka bagi para pengembang untuk membuat apapun mulai dari game hingga stiker, dan juga mengembangkannya untuk bisnis. Dalam beberapa kasus, pengguna dapat mempublikasikan produk tertentu di Messenger dan melakukan tracking pengiriman mereka tanpa meninggalkan aplikasi tersebut.

Perhatian Facebook pada ruang percakapan semakin meningkat. Tahun lalu, Facebook, yang aplikasi utamanya saat ini digunakan oleh sekitar 1,4 miliar pengguna aktif, mengakuisisi Whatsapp senilai 18 miliar US$ dan merekrut mantan presiden PayPal David Marcus untuk mengepalai layanan perpesananan itu. Dan itu bukanlah hal yang mengejutkan. Penelitian terkini dari App Annie menunjukkan bahwa diantara pengguna mobile, orang-orang di Amerika Serikat cenderung untuk menghabiskan waktunya di social apps, terutama app flagship Facebook dan Instagram. Tapi hampir di seluruh tempat, layanan pesan lebih mendominasi.

Jejaring sosial itu menambahkan bahwa menggunakan Messenger dengan akun Facebook membuat lebih mudah untuk menemukan temat dan juga memperkenankan anda untuk mengakses pesan via aplikasi utama facebook.

“Dalam rangka membuat Messenger menjadi platform layanan pesan yang utama bagi kustomer, Facebook telah mencoba mengajak lebih banyak orang untuk menggunakannya, ini berarti membukanya untuk mereka yang tidak memiliki akun Facebook,” demikian dikatakan oleh Jan Rezab, CEO perusahaan analisa media sosial Socialbakers. “Saat ini, kita harus keluar dari Messenger untuk mengkontak mereka yang tidak memiliki akun Facebook. Dengan membuka layanan tersebut bagi mereka yang tidak memiliki akun Facebook, Facebook membuat lebih banyak orang menggunakan aplikasi tersebut”.

Perubahan ini juga menyisakan pertanyaan, apakah Whatsapp akan tetap merupakan aplikasi tersendiri di masa mendatang. Pergerakan Messenger dapat membantu aplikasi itu terintegrasi juga dengan Whatsapp, dan juga dapat membantu posisi Messenger menjadi platform utama layanan, demikian analisa Rezab.

Tetapi satu hal yang jelas : Pergerakan tersebut dapat merupakan satu langkah yang lebih dekat ke milaran pengguna.

“Facebook akan membangun jejaring sosial ganda dengan miliaran pengguna,”papar Rezab. “Satu bagian sudah tercapai sejauh ini – Facebook – dan tampaknya akan tercapai lagi di bagian lain dengan Instagram”.

%d bloggers like this: