Perusahaan-perusahaan Teknologi Besar di Belakang Kampanye Pernikahan Sesama Jenis

supreme-court

supreme-court

Saat Mahkamah Agung mengeluarkan keputusan pada Jumat yang lalu untuk melegalisasi pernikahan sesama jenis di Amerika Serikat, banyak perusahaan teknologi besar mendukung keputusan itu melalui media-media sosial, di situs mereka, dan dengan perangkat yang dapat digunakan orang lain untuk turut menyatakan dukungannya.

Perusahaan seperti Google, Microsoft, Motorola Mobility, Ubur dan Airbnb, para pimpinan eksekutif mereka, serta para pemodal, semua menyatakan dukungannya untuk keputusan itu lewat twitter, dengan hastag #LoveWins atau #Pride serta beragam animasi. Perusahaan-perusahaan itu juga merubah warna profil mereka di Twitter menggunakan pelangi sebagai simbol kebanggaan kaum Lesbian, Gay, Bisexual dan Transgender.

Twitter, yang juga menyebut hari Jumat lalu sebagai “hari bersejarah untuk hak kesetaraan,” merilis dua emojis pelangi, dalam bentuk bendera dan hati, yang dapat digunakan oleh para pengguna yang memposting hashtag tersebut.

Google, dalam sebuah tweet, mengatakan bahwa mereka turut bangga merayakan keputusan itu. Perusahaan tersebut menyertakan sebuah GIF yang menunjukkan robot Android yang melambaikan bendera pelangi.

Besarnya dampak yang terjadi dari keputusan Mahkamah Agung itu dan meningkatnya dukungan publik, membuat perusahaan-perusahaan itu mengambil posisi aman dengan juga turut mendukung. Selain itu nilai-nilai liberal yang menjadi bagian dari California, tempat dimana perusahaan-perusahaan teknologi itu berada membuat reaksi mereka sebenarnya tidak mengejutkan.

Tapi keputusan itu juga muncul saat sensitivitas terkait kesetaraan sedang melilit industri teknologi. Apakah terkait atau tidak, maka keputusan Mahkamah Agung itu memberikan kesempatan yang tepat bagi perusahaan-perusahaan itu untuk memperkuat merek mereka dengan kesan keterbukaan dan penerimaan.

Beberapa eksekutif juga menyampaikan dukungannya terhadap keputusan tersebut. Tim Cook, CEO Apple yang menyatakan secara terbuka bahwa dirinya adalah seorang gay, mengatakan bahwa hari itu adalah “kemenangan untuk kesetaraan, kegigihan dan cinta”.

Mark Zuckenberg, CEO Facebook, mengatakan keputusan itu mewakili satu lagi langkah maju pada janji pendiri Amerika Serikat bahwa semua orang diciptakan setara.

Josh Elman, pemodal ventura di Greylock Partners Silicon Valley, menawarkan pengamatannya: “Bendera pelangi berkibar, bendera konfederasi diturunkan. Menikmati busur kemajuan dan kemanusiaan adalah cara kita menghargai satu sama lain”. Pernyataan ini dia tujukan pada rasisme yang sedang marak terjadi di selatan Amerika Serikat.

Selain itu, beberapa perusahaan teknologi juga menawarkan fitur untuk merayakan keputusan itu. Facebook merilis filter yang dapat digunakan untuk menambahkan pelangi di atas profil mereka. Perangkat tersebut dapat diakses di www.facebook.com/celebratepride.

Google juga mengambil bagian, menambahkan banner di bagian atas hasil pencarian yang menunjukkan orang yang bergandengan tangan dan sebuah hati bermotif pelangi. Banner tersebut hanya muncul untuk pencarian tertentu seperti “marriage equality” atau “gay marriage.” Sementara jika yang dicari adalah “marriage” saja maka banner tersebut tidak muncul.

Snapchat juga beraksi. Aplikasi photo-sharing itu membuat tema Live Story yang disebut “Marriage Equality”, yang memperkenankan pengguna memposting foto-foto dan video untuk menunjukkan dukungan orang-orang pada keputusan Mahkamah Agung tersebut.

Ketertarikan terhadap keputusan tersebut, setidaknya di awal ini, tampaknya lebih tinggi di Amerika Serikat daripada di negara lain. Google Trend menunjukkan pencarian Google tentang pernikahan sejenis lebih banyak dilakukan oleh pengguna di Amerika Serikat dan Kanada.

Tapi fitur yang diluncurkan oleh Snapchat dan Facebook itu diluncurkan secara global, tidak terbatas untuk pengguna di dua negara itu saja. [opensource.id]

%d bloggers like this: