WebAssembly, Alternatif untuk JavaScript, diluncurkan

WEbassembly-0ed5d2b77f1af018

Dengan dukungan dari banyak vendor browser utama, binary terbaru dari WebAssembly kini tampil ke publik. Bytecode yang lebih cepat dan lengkap di dalam browser yang dapat mengganti JavaScript di masa mendatang.

WebAssembly menyediakan bytecode yang ditujukan untuk mengkompilasi program yang ada di web tanpa harus memasang plugin. WebAssembly dapat mengganti kode JavaScript panjang yang selama ini digunakan. Untuk memperkuat klaim ini, koordinasi dengan lembaga standar  Community Working Group of the Internet W3C juga dilakukan.

Yang melakukan peluncuran ke publik adalah Brendan Eich di websitenya dengan menyertakan beberapa detil. Brendan sendiri adalah bagian dari tim pengembangan WebAssembly. Dokumentasi WebAssembly termasuk FAQ dan kode eksperimen pertama sudah tersedia pula di GitHub.

WebAssembly (atau “wasm”) dapat berjalan di berbagai platform yang berbeda : pada prosessor x86 di PC atau CPU ARM di perangkat mobile. Bersifat compact sehingga lebih cepat dimuat. Dibandingkan dengan waktu yang dibutuhkan untuk menerjemahkan JavaScript di browser runtime, maka webassembly seharusnya bekerja lebih cepat. Sarana untuk melakukan debugging, disertakan pula bersama kode binary dan kodenya dalam bentuk text. Dengan backend LLVW, pengembangan C dan C++ dapat menerjemahkan kode mereka ke dalam wasm. Bahasa-bahasa lain kemungkinan dapat melakukan hal yang sama di masa mendatang.

Awal yang Menjanjikan, Dukungan Yang Luas

Usaha-usaha sebelumnya untuk membangun bytecode didalam browser – seperti Java atau .Net, berbasis plugin, tanpa perlu memiliki akses ke objek HTML di situs – kebanyakan adalah usaha dari perseorangan atau perusahaan tunggal. Bahkan Microsoft baru-baru ini dengan TypeScript membuat upaya baru untuk menyediakan alternatif bagi JavaScript. Proposal yang diajukan bersifat sangat baik tetapi tanpa dukungan luas maka terobosan teknologi tidak akan pernah bisa dibuat. Itulah yang menyebabkan WebAssembly meminta dukungan dari browser besar yang ada saat ini dari  Microsoft , Mozilla , Google dan WebKit , bahkan browser Safari Apple juga memberikan dukungan mereka terhadap wasm.

Luke Wagner, salah seorang pengembang yang terlibat, menjelaskan dalam suatu posting blog, sejauh belum ada standar baku yang ditetapkan atau dipilih dalam draft yang ada, hanya W3C Communit Group. Tapi – dengan mengenyampingkan hal itu sejenak – wasm berterima kasih kepada dukungan yang luas pada proyek alternatif pengganti JavaScript di masa depan yang diharapkan lebih cepat dan lebih modern ini untuk mewujudkan akselerasi web browsing tanpa sandungan teknologi browser. [opensource.id]

%d bloggers like this: