Bundestag Ingin Promosikan “Literasi Digital” dan Materi Pembelajaran Bebas

urn-newsml-dpa-com-20090101-150102-99-01094_large_4_3-f7316f228518ac13-f7769362b6b42019

urn-newsml-dpa-com-20090101-150102-99-01094_large_4_3-f7316f228518ac13-f7769362b6b42019

Atas usulan dari Koalisi Utama (Große Koalition), Bundestag (Parlemen Jerman) pada Kamis lalu telah memutuskan, terkait dengan siapa negara itu akan memperkuat format digital, mempromosikan media literasi, juga menjembatani gap antara masalah-masalah on-Linear dan Non-Linear.

Diputuskan pula bahwa secara teknis infrastruktur di sekolah harus diperbaiki oleh pemerintah negara bagian dan federal guna menyesuaikan diri dengan era broadband. Tujuan umumnya adalah membekali lembaga-lembaga pendidikan dengan jalur internet dan server yang cepat serta memiliki standar perawatan profesional. Dan itu dikatakan sebagai satu-satunya jalan untuk mewujudkan suatu “lingkungan pembelajaran digital yang aman”.

Partai Hijau Jerman termasuk yang menyetujui usulan tersebut, sementara Partai Kiri menyatakan abstain.

Lebih Banyak Perempuan di IT

Secara mayoritas parlemen menyetujui “Pakta Edukasi Digital” yang merupakan paduan antara aktivitas negara, bisnis dan masyarakat guna mendukung model “Bring Your Own Device” (BYOD), sebuah model yang masih pula menimbulkan kontroversi di beberapa kalangan. Sementara pelajar yang secara finansial tidak dapat membeli perangkat digital, akan disokong.

Suatu jejaring mentor yang dipadukan dengan sistem perekonomian digital diharapkan akan mampu melibatkan lebih banyak pofesional IT, dan secara khusus dapat menginspirasi para perempuan untuk masuk dalam sektor tersebut.

Parlemen juga melihat pentingnya fokus pengembangan format digital seperti Materi Pengajaran dan Pembelajaran Terbuka (Open Educational Resources ), juga lisensi dan format bebas dan terbuka, serta merencanakan anggaran sebesar dua juta euro untuk mewujudkannya. [opensource.id]

%d bloggers like this: