Knowm Ingin Gabungkan Prosesor dan RAM dalam Satu Chip

Knowm-AHaH-controller-illustration

Knowm-AHaH-controller-illustration

Berambisi menjadi salah satu vendor IT yang pertama kali membawa teknologi prosesor memristor ke pasar, saat ini Knowm mengungkapkan bahwa mereka sedang membanngun sebuah prosesor neuromemristive yang dapat belajar dan beradaptasi pada perilaku aliran data.

Setelah lebih dari 13 tahun pengembangan, tujuan utamanya adalah menghilangkan perbedaan antara prosesor dan memori, demikian disampaikan oleh CEO Knowm Alex Nugent. Sebagai gantinya, memristor menyediakan suatu bentuk memori non-volatil yang mengkombinasikan kedua fungsi tersebut dalam satu prosesor tunggal

Knowm memang masihlah dalam perjalanan membangun prosesor neuromemristive sesungguhnya. Tapi mereka sudah merilis Knowm Developer Program dimana para pengembang dapat mulai membangun aplikasi pada prosesor yang memiliki kemampuan mengemulasi operasi prosesor neuromemristive.

“Tujuan kami adalah membangun keseluruhan stack, tapi saat ini kami sedang berfokus pada scaffolding”, demikian dikatakan oleh Nugent

Upaya tersebut adalah hasil dari proyek yang didanai oleh Defense Advance Research Project Agency (DARPA) yang melakukan pemanfaatan Thermodynamic RAM (kT-RAM), dikembangkan berdasarkan teori komputasi AHaH, berbasis pada cara alami dan biologi pengelolaan data pada sistem saraf.

Komputasi AHaH, sebagaimana dijelaskan oleh Nugent, menghilangkan dualisme memori dan pemrosesan guna menyediakan sebuah arsitektur dalam rangka membangun suatu tipe baru “soft-hardware” yang memiliki kemampuan self-repair dan self-learn. Nugent mengklaim nantinya sistem ini akan memberikan efisiensi daya hingga 10 kali lipat, dan secara bersamaan melahirkan generasi baru pembelajaran mesin (machine learning) dan aplikasi-aplikasi artificial intelligence yang sebelumnya tidak mungkin untuk dikembangkan.

Berbagai bentuk teknologi memristor, dan juga bentuk-bentukmemori non-volatile lain sedang diteliti secara aktif sebagai alternatif untuk arsitektur prosesor yang sudah ada. Dan para peneliti ini bersaing mengerahkan seluruh kemampuan mereka memenuhi Hukum Moore. Tantangannya, tentu saja, bukan saja benar-benar melahirkan teknologi memristor, tetapi juga terkait proses manufaktur prosesor itu dalam skala besar dan biaya yang efektif.

Saat ini, Knowm sudah menyediakan mekanisme dimana organisasi-organisasi dapat mulai mengembangkan aplikasi-aplikasi canggih yang secara potensial dapat merubah secara radikal cara data center memproses dan menyimpan aplikasi.

Tentu saja, jika nanti teknologi memristor muncul di data center, maka dia sepertinya pertama kali akan berlaku sebagai semacam co-processor yang diperuntukkan bagi sejumlah aplikasi khusus yang memiliki spesifikasi tinggi. Tapi sebagaimana banyak kasus di dunia IT, hanya masalah waktu saja sebelum co-processor itu berubah menjadi bagian mainstream di lingkungan data center [opensource.id]

%d bloggers like this: