Partai Berkuasa Rusia Kampanyekan “Flag for Straight”

russia_straight_flag

russia_straight_flag

Hanya berselang satu minggu setelah Mahkamah Agung Amerika Serikat melegalkan pernikahan sesama jenis, Persatuan Rusia, Partai Berkuasa Rusia saat ini merespon dengan meluncurkan kampanye “flag for straights” yang bertujuan mempromosikan apa yang mereka sebut sebagai “nilai-nilai tradisional”.

Bendera tersebut, menggambarkan dua orang dewasa (satu orang pria dan satu orang wanita) serta tiga anak, diluncurkan pada acara hari Rabu kemarin di Moskow saat para anggota partai menghadiri peringatan tahunan Hari Keluarga, Cinta dan Kesetiaan. Peringatan tersebut dijadikan hari libur semenjak tahun 2008 oleh Vladimir Putin, yang saat ini menjabat sebagai Perdana Menteri. Peringatan tersebut sebagaimana yang dikutip oleh New York Times, bermaksud “mengkampanyekan prokreasi Rusia, mendorong para pasangan untuk bukan saja memiliki anak-anak, tapi juga memberikan kepada generasi muda tersebut kehidupan keluarga dan orang tua yang serasi”.

Menurut Moscow Times, bendera tersebut dilengkapi dengan hashtag dalam bahasa Rusia yang bermakna “Keluarga Sebenarnya” dan dipromosikan oleh Alexey Lisovenko, kepala deputi partai cabang Moskow.

“Ini adalah respon kami terhadap pernikahan sesama jenis, yang mengejek konsep keluarga. Kami sudah mewanti-wanti untuk melawan wabah gay di rumah dan mendukung nilai-nilai tradisional di negara kami”, demikian ungkapan Lisovenko yang dikutip oleh surat kabar Rusia, Izvestia.

Homoseksual memang bukan sesuatu yang ilegal di Rusia, tapi undang-undang yang dikeluarkan pada tahun 2013 menyatakan bahwa pembicaraan tentang homoseksual pada mereka yang belum cukup umur adalah tindakan ilegal. Sebuah survey yang dilakukan oleh lembaga independen Levada Center pada bulan Mei yang lalu mendapati bahwa 37 % warga Rusia berpendapat bahwa homoseksual adalah penyakit yang perlu disembuhkan.

Dalam postingnya di Facebook, Lisovenko berkata bahwa bendera tersebut terinspirasi oleh gerakan yang sama di Prancis , La Manif Pour Tous. Lisovenko juga baru-baru ini mengajak untuk mencegah penggunaan bendera pelangi setelah Facebook merespon dengan menyediakan fitur tersebut sesaat setelah keputusan Mahkamah Agung.

Seperti biasa, kampanye tersebut juga mendapat reaksi kontra di jejaring sosial. Ada yang merubah simbol anak yang ada di tengah-tengah pada bendera tersebut menjadi warna pelangi :

Screen-Shot-2015-07-08-at-3.18.25-PM-640x348

Ada pula posting di twitter yang mengganti bendera tersebut dengan simbol dua perempuan dewasa dan dua laki-laki dewasa :

[opensource.id]

%d bloggers like this: