Proposal ICANN yang Baru Terkait Kerahasiaan Domain dapat Menjadi Masalah

Screen-Shot-2015-06-25-at-10.21.56-AM-640x503

Screen-Shot-2015-06-25-at-10.21.56-AM-640x503

Privasi sekian banyak pemilik website berada dalam ancaman, ini karena adanya proposal yang diajukan oleh organisasi yang berada di jantung internet, yaitu ICANN. Jika proposal yang mereka ajukan tersebut disetujui, maka akses ke proxy dan layanan privasi, yang melindungi identitas registran termasuk alamat dan email mereka akan terbuka dengan bebas di internet.

Saat anda mendaftar sebuah domain, anda harus memberikan informasi, termasuk alamat, nomor telepon dan email ke database global yang disebut WHOIS. Informasi tersebut dapat dengan mudah diperoleh lewat perintah di terminal atau di perangkat lookup online. Jika seorang pendaftar domain tidak ingin orang-orang mengetahui alamat dan nomor telepon mereka, mereka punya dua opsi : merubah informasi yang diberikan atau menggunakan layanan registrasi proxy yang menyembunyikan layanan tersebut.

Keduanya memberikan layanan privasi. Sebagai contoh,jika anda menjalankan pencarian whois untuk eclipseprogramming.com, maka akan muncul :

Registrant Name: Domain ID Shield Service
Registrant Organization: Domain ID Shield Service CO., Limited
Registrant Street: 5/F Hong Kong Trade Centre, 161-167 DesVoeux Road Central, Hong Kong
Registrant City: Hong Kong
Registrant State/Province: Hong Kong
Registrant Postal Code: 999077
Registrant Country: CN
Registrant Phone: +852.21581835
Registrant Phone Ext:
Registrant Fax: +852.30197491
Registrant Fax Ext:
Registrant Email: 5225406976504@domainidshield.com
Registry Admin ID:

Proposal dari kelompok kerja ICANN akan membolehkan privasi dan proteksi proxy domain hanya untuk website-website yang tidak bersifat komersial dan transaksional – yang sepertinya terdengar beralasan. Akan tetapi, definisi yang digunakan oleh kelompok kerja tersebut tentang komersial dapat mencakup beragam bisnis kecil yang menjual barang-barang via toko online, atau website yang digunakan oleh seorang aktivis untuk mendapatkan donasi guna menutupi kebutuhan hidupnya.

Kenapa informasi ini harus dapat diakses oleh semua orang ?

WHOIS adalah peninggalan kuno dari masa-masa awal dimana para pendiri internet tidak memikirkan konsekuensi dari pencantuman alamat fisik pemilik nama domain. Pada masa-masa itu, alamat fisik umumnya adalah gedung universitas, bukan rumah seseorang, dan jumlah orang yang online pada saat itu juga sangat sedikit.

Sementara internet saat ini sudah jauh berbeda, dimana konsekuensi mencantumkan alamat anda secara online bisa apa saja, mulai dari kiriman pizza palsu hingga kedatangan tim SWAT dengan senjata lengkap. Untuk banyak orang, yang umumnya menjadi target ancaman online, proteksi atau proxy WHOIS adalah hal yang vital untuk keselamatan mereka. Banyak para aktivis, jurnalis hingga pengembang game online menggunakan layanan tersebut untuk kepentingan keselamatan mereka.

Tentu saja, pengusul proposal tersebut tidak bermaksud mencoba membahayakan para aktvis, jurnalis dan target ancaman online lainnya. Perubahan kebijakan ini sendiri sebenarnya didorong oleh industri hiburan Amerika semenjak 2013, demikian menurut Mitch Stoltz, seorang staf pengacara di Electronic Frontier Foundation. Kebijakan ini dibuat untuk membuat MPAA dan RIAA menjadi lebih mudah mengetahui pemilik website-website komersial. Masih belumlah jelas definisi “komersial” yang akan digunakan oleh ICANN, akan tetapi di masa lalu, industri hiburan mengklaim bahwa semua situs yang menggunakan Google Ads adalah komersial.

Layanan privasi WHOIS secara de facto juga bertanggung jawab terhadap penganiyaan online ini, karena keamanan personal seharusnya adalah sebuah setting default, bukan sebuah layanan premium.Tapi banyak yang menganggap sekalipun premium layanan itu penting untuk mengurangi bahaya. Kini saat kebijakan WHOIS akan dirubah yang terjadi justru adalah langkah mundur bukan langkah maju.

Bagaimana proposal ICANN itu bisa dihentikan ? Sangat sulit sebenarnya. Menurut Stoltz, ICANN mendengarkan komentar publik “setelah mereka mendengar masukan dari kalangan dalam yang berperan dalam proses pembuatan kebijakan”, tetapi masihlah belum jelas apakah mereka akan mendengarkan pendapat publik secara serius. Stoltz juga memberikan catatan bahwa proses pembuatan kebijakan itu relatif mahal, karena pertemuannya dilakukan di berbagai belahan dunia.

Tapi ada sedikit harapan. Sebuah bantuan dari dalam kelompok kerja ICANN telah membuat titik yang baik di dalam laporan resmi, mereka mendokumentasikan kontroversi yang terjadi di kalangan internal tentang proposal kebijakan tersebutsecara serius, termasuk pula masalah definisi dari kata “komersial”. Mereka memberikan catatan “penggalangan dana dan keanggotan biasanya dilakukan oleh banyak kelompok dan organisasi yang membutuhkan privasi/proxy untuk perlindungan, termasuk kelompok-kelompok politik, organisasi agama minoritas, grup etnik, organisasi yang berusaha melawan kebijakan rasial, kelompok yang berorientasi gender, serta beragam publikasi yang merupakan bagian kemerdekaan berpendapat”. Kita hanya dapat berharap bahwa ICANN akan mendengar anggota kelompok kerja yang juga menyuarakan hal itu.

Kelompok kerja ICANN serta lobi industri hiburan memang tidak bisa dikatakan bersekongkol dan mengabaikan beragam ancaman online, tapi itulah yang bisa terjadi dari keberadaan proposal tersebut. Bagi banyak orang, termasuk para wanita yang menjalankan bisnis mereka secara mandiri, menjaga WHOIS tetap privat memiliki keuntungan, guna menghindari ancaman dan tetap aman saat online. Tidak ada kelompok lobbying yang boleh mengabaikan beratnya konsekuensi proposal yang mereka ajukan pada kelompok-kelompok yang ter-marginalkan. Inilah saatnya kita memikirkan ancaman online secara lebih serius dan bagaimana struktur kebijakan dan sistem teknis dapat ditata ulang untuk melindungi orang-orang, bukan membuat mereka semakin rentan. [opensource.id]

%d bloggers like this: